Wednesday, January 30, 2013

Tips sebelum mengisi KRS (Kartu Rencana Studi)


Halo Blogosphere! I'm Backkkkk!!!!

Semester genap segera dimulai, para mahasiswa pun sibuk menyuusun rencana studinya masing - masing [termasuk diriku], nah sebagai mahasiswa yang IPnya sedikit rendah tentu saya harus benar - benar matang untuk menyiapkan rencana studi smester depan, nah maka dari itu saya akan memberi sedikit tips kepada blogosphere yang budiman ini, bagaimana sih cara menyusun rencana studi yang pas dan ideal dengan kita, bagi yang sudah terlanjur mengisi KRS ga usah bilang WOW, tips ini berguna setiap saat.  Nyok langsung aja


     1.  IP kalian lah yang menentukan

          Hampir semua perguruan tinggi memberikan porsi / jatah kredit [SKS] sesuai dengan Indeks Prestasi mahasiswanya, jadi berbahagialah kalian wahai blogosphere sekalian yang mendapatkan IP besar, karena kalian bisa mengambil kredit lebih banyak, tapi bagaimana dengan nasib mahasiswa yang yang mendapatkan IP pas-pasan? solusinya adalah ambil mata kuliah yang penting terlebih dahulu, dan tinggalkan yang bisa di tinggalkan.

    2. Konsultasikan dengan Dosen pembimbing akademik
       Mengacu pada tips no.1 terutama bagi mahasiswa yang ber-IP cekak alangkah baiknya jika anda meminta saran kepada dosen pembimbing dulu sebelum mengisi KRS

    3. [Jika memungkinkan] Berlakukan sistem tambal sulam bagi yang IPnya cekak
        Untuk yang mendapat jatah kredit pas-pasan lebih baik meninggalkan mata kuliah yang tidak terlalu penting untuk di gunakan mengulang atau mengambil mata kuliah yang lebih penting, tapi pastikan bahwa kalian telah memenuhi prasyaratnya jangan sampai salah ambil, niatnya pengen cepet malah jadi lebih lama

    4. Pilihlah dosen yang "Waras"
        Teman saya [beda universitas] pernah punya pengalaman buruk dengan nilai lantaran dosen yang mengampu mata kuliahnya "Gila" maksudnya gila adalah teman saya pernah ngalamin satu kelas  90% mendapatkan niali D dan E, bayangkan blogoshphere jika yang jeblok hanya 1-2 orang saja itu pasti kesalahan mahasiswanya tapi kalau sudah seperti itu ya sudah pasti itu kesalahan orang yang mengampu mata kuliahnya.  Jadi tipsnya adalah sebelum memilih mata kuliah tersebut pastikan siapa saja yang memegang mata kuliah tersebut misal di kelas 'A' dipegang dosen "gila" dan kelas 'B' dipegang dosen "waras" maka lebih baik anda memilih kelas 'B' untuk mata kuliah tersebut.

   5. Jangan menjadikannya hanya sebagai "Rencana"
       Biarpun istilahnya "Rencana Studi" jangan jadikan hal tersebut hanya sebagai rencana belaka, setelah selesai menyusunnya selesaikan program itu sebaik mungkin, ingat kuliah itu bayar! jangan buang - buang duit! BOLOS = BUANG DUIT. 

Tuesday, January 8, 2013

14 tips sebelum dan sesudah Tawuran


Hola Blogosfara! lo que ustedes me echas de menos? haha.... no importa!

Baiklah para Blogsphere yang budiman :) kali ini saya akan memberikan Tips bagi anda yang hoby Tawuran, baik itu antar pelajar, antar geng , antar kampung, maupun antar jemput. Seperti yang kita ketahui Tawuran merupakan event uji ketangkasan, kekuatan dan solidaritas antar anggota kelompok.  Tawuran biasanya melibatkan 2 kubu, tapi ada juga yang lebih dari 2 kubu atau juga disebut dengan multiway tawuran. nah daripada berlama - lama lagi mending kita langsung aja simak beberapa tips yang mungkin bisa berguna saat tawuran.

1. Sebelum melakukan tawuran sebaiknya adakan rapat minimal 2 kali rapat. Yang pertama rapat antar kubu yang membahas masalah tempat, waktu, dan kebijakan - kebijakan pelaksanaan tawuran. Yang kedua adalah rapat antar anggota yg berisi penyusunan strategi.
2. Bentuk panitia tawuran, seperti ketua umum, sekertaris, bendahara, penanggung jawab, seksi sosial, seksi konsumsi, seksi P3K, dan seksi -seksi yang lainnya.
3. Pilih lokasi tawuran yang pas. JANGAN DI JALAN RAYA kan ngggak asik kalo lagi seru - serunya tawuran terganggu sama kendaraan yang melintas.
4. Pilih juga waktu yang pas. Jangan sampai waktunya bentrok dengan jadwal ke salon
5. Carilah sponsor yang bersedia mendukung tawuran ini saran saya sponsornya dari Rumah Bordir Rumah Sakit atau Rumah Duka.
6. Siapkan juga asuransi jiwa bagi setiap peserta.
7. Sepakati jumlah dan spesifikasi peserta tawuran jangan sampai 10 ekor anak SMA lawan 100 preman pasar jadinya kan nggak seimbang.
8. Begitu hari H sebelum dimulainya acara inti sebaiknya Ketua RW / Kepala sekolah / Dekan / Ketua geng memberikan kata sambutan sebagai seremonial.
9. Untuk acara pembuka bisa diisi dengan pemotongan tumpeng, dan pagelaran kesenian dari masing - masing kelompok.
10. Jangan lupa berdoa menurut gaya dan versinya masing - masing, atau saya sarankan untuk mengadakan doa 5 agama yang dipimpin pemuka agamanya masing - masing. 
11. Gunakan pedang / celurit / golok dsb. yang berstandar SNI agar terjamin kualitasnya.
12. Saat tawuran hendaknya menggunakan wasit agar tawuran berjalan sportif.
13. Potongan tangan, kepala, jeroan, darah, dsb. harap di bersihkan seusai tawuran.
14. Seusai tawuran masing - masing ketua hendaknya saling berjabat tangan tanda simbolik saling memaafkan. 
Yah demikianlah tips dari saya semoga bermanfaat hahahahahahaha............................

Saturday, December 29, 2012

Kuesioner Untuk Menilai Dosen

Ilustrasi

Halo blogsphere!!  UAS udah didepan mata, dan seperti biasanya di akhir semester selalu ada yang namanya kuesioner atau angket untuk menilai kinerja para pengajar [Dosen] dalam proses belajar mengajar, jadi bukan Cuma Dosen aja yang bisa ngasih nilai ke Mahasiswanya tapi Mahasiswa juga bisa menilai kinerja Dosen hihihihi….., ini penting loh, karena hal ini bisa di jadikan sebagai feedback untuk Dosennya sendiri.


Kuesionaer / Angket untuk Dosen
Ada banyak cara untuk menilai kinerja seseorang, termasuk pengajar nah salah satu cara yang paling bayak digunakan adalah menggunakan kuesioner / angket, cara ini bayak digunakan karena hasil angket merupakan gabungan dari berbagai pendapat.  Menurut KBBI sendiri angket berarti daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dng ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan.  Jadi boleh dikatakan angket itu kumpulan suara dari semua responden.


Penilaian yang subjektif
Kuesioner/angket memang banyak digunakan, tapi apa bisa dipastikan kalau hasilnya itu yang “sebenarnya” mengingat yang kita nilai adalah Dosen kita sendiri, misalnya gini kebanyakan Mahasiswa [saya nggak termasuk ya hehe pissss] justru memberikan nilai yang kecil terhadap Dosen yang dianggak “Galak” atau karena tidak suka dengan mata kuliah yang di ajarkan.  Kalau kita mengulas kembali fungsi, dan cara penilaian menggunakan angket penilaian macam itu sebenarnya sah-sah saja dilakukan karena memang yang namanya kuesioner / angket itukan diisi sesuai persepektif kita masing – masing [subjektif].


Kesimpulan menurut saya
Sebenarnya sih kita boleh – boleh saja menilai Dosen secara subjektif seperti itu, tapi alangkah lebih baiknya kalau kita menilainya sesuai dengan kinerjanya, jangan karena kita tidak suka dengan mata kuliah [kalo nggak suka ngapain diambil?] atau tidak suka dengan Dosennya lantas kita memberikan nilai yang kecil kepada Dosen tersebut.


Sunday, December 23, 2012

Nggak punya bakat tapi pengen terkenal? BOYBAND / GIRLBAND solusinya :D

Halo blogsphere! elu ga punya bakat? tampang pas-pasan? pengen terkenal? datang aja ke klinik Tong-Fang  Solusinya adalaaaaahhhh *DrumRoll* bikin BOYBAND / GIRLBAND! 2012 Udah mau abis tapi.......... tiap kali liat acra TV terutama acara musik, pasti saya menemukan segerombolan makhluk hidup yang menyanyi (sebenernya sih lipsync) dan menari dangan ala kadarnya, tapi herannya kok mereka bisa terkenal ya???



Bangkitnya dunia Boyband di Indonesia

Ucapan terima kasih [jika Anda melihatnya dari sisi positif] harus diberikan pada SM*SH yang memelopori bangkitnya kembali boyband di Indonesia. Dengan mengadopsi gaya boyband di Korea [saya kurang tahu apa yang membuat K-Pop belakangan ini digandrungi oleh banyak remaja kita], SM*SH tiba-tiba melejit dengan satu lagu yang musiknya dibuat oleh kibordis Themilo, Hendi Unyil [ironisnya, Unyil menjual murah lagu itu karena dibuatnya dengan mudah dan awalnya untuk kepentingan program radio sehingga dia tak ikut merasakan keuntungan finansial dari popularitas lagu itu].

Tujuh lelaki berpakaian seragam yang menari dan keroyokan menyanyikan lagu yang ringan ternyata jadi formula baru yang sukses mendobrak kejenuhan industri musik mainstream di Indonesia. Saya rasa tak banyak yang menduga formula itu akan berhasil—kecuali orang di balik ide membentuk SM*SH itu. Kalau saja Hendi Unyil tahu bahwa formula itu akan berhasil, sepertinya dia tak akan menjual murah lagunya. Tapi yang berikutnya terjadi, mudah ditebak: bermunculan para pengikut SM*SH yang bejibun itu dan membuat kita ingin men-smash mereka satu-satu. Entah sampai kapan ini akan menjadi trend, tapi setidaknya sekarang kita harus menahan emosi untuk tak memaki mereka.


Saya akan mencoba melihat fenomena boyband atau girlband [sama saja lah, cuma beda jenis kelaminnya saja tapi formulanya sama bahkan kadang boy pun seperti girl] ini dari sisi yang bijaksana dan mengambil hikmahnya. Dan hikmah terbesar dari adanya boyband adalah: ini merupakan solusi bagi mereka yang punya kualitas pas-pasan.



Tampang pas-pasan

Tak semua personel boyband atau girlband berwajah tampan atau cantik. Percayalah, kalau Anda simak baik-baik di layar kaca, niscaya Anda akan sadar bahwa hanya satu atau dua yang benar-benar berwajah tampan atau cantik. Karena mereka bergerombol [bahkan ada yang sembilan orang] dan berseragam, orang jadi susah menilai dengan seksama apakah mereka aslinya berwajah tampan/cantik atau tidak. Belum lagi mereka selalu memakai pemulas wajah sebelum manggung alias bedak, minimal foundation lah. Sehingga kesan yang timbul adalah para personel boyband/girlband adalah orang-orang berwajah rupawan. Maka, dengan demikian kualitas daya tarik wajah Anda akan meningkat berlipat ganda.



Vokal pas-pasan
Biasanya, di sebuah boyband/girlband, hanya satu atau dua yang bisa bernyanyi dengan baik. Anda sudah melihat buktinya di luar negeri: Justin Timberlake, atau Robbie Williams di antara buktinya. Atau, Dewi Sandra yang muncul dari sembilan model yang bernyanyi dan saya lupa namanya itu. Dengan bernyanyi bersama teman-teman beramai-ramai, orang tak akan tahu jika suara Anda sumbang atau pas-pasan. Biasanya cuma yang bagus yang terdengar [karena sering dikasih porsi bernyanyi sendiri yang lebih banyak dibandingkan yang lain], tapi yang jelek jadi malah tersamar.


Kemampuan dance pas-pasan
Katanya, para personel boyband itu adalah mereka yang bisa menari. Tapi melihat dari yang banyak beredar di televisi, tak sedikit yang menarinya pas-pasan. Atau mungkin ya menyembunyikan keahliannya. Lagipula, logikanya kalau kemampuan menari mereka sangat mengagumkan, mungkin mereka akan lebih fokus di dunia tarian. Coba simak saja tarian mereka, relatif tak istimewa bukan? Entah karena koreografinya yang kurang tepat, entah karena memang kemampuan mereka aslinya pas-pasan. Lagi-lagi, kita baru bisa melihatnya dengan jelas jika ada yang keluar dan jadi artis solo.


Nah, semua yang serba pas-pasan itu, jika digabungkan akan memberi efek yang tidak pas-pasan. Ini memakai filosofi keroyokan: jika beramai-ramai dilakukan, yang tak berani pun jadi berani dan jadi terlihat menyeramkan. Tapi tunggu dulu para pembaca yang budiman, kita tak bisa menghujat boyband/girlband begitu saja, karena yang begitu sudah diatur oleh UUD 1945 Pasal 28: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang (Ini ciyus loh).

 
PERINGATAN! Blog ini milik Nuhan Hidayat, bagi yang copas artikel sembarangan yang cowok tak sumpahin tit*tnya impoten seumur hidup, yang cewek tak sumpahin jadi perawan sampe mati.